Dalam rangka mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional, jajaran Kepolisian melalui peran Bhabinkamtibmas terus melakukan pendampingan terhadap program pertanian masyarakat.
Salah satu wujud nyatanya terlihat pada kegiatan pemantauan proses pengeringan jagung hasil panen raya yang dilaksanakan di Desa Rawa Makmur, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di Dusun I Desa Rawa Makmur tersebut dipantau langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Firdaus AR, didampingi oleh pengelola sekaligus perwakilan petani, Juprianto.
Pada kesempatan itu, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap proses pengeringan jagung pipil yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur.
Tahapan pasca panen ini menjadi bagian krusial untuk menjaga kualitas hasil tani sebelum jagung diproses lebih lanjut, disimpan, dan siap dipasarkan ke berbagai daerah.
Program budidaya jagung ini merupakan bagian dari upaya ketahanan pangan yang dikelola secara mandiri oleh BUMDes dengan dukungan alokasi anggaran desa, serta memanfaatkan lahan produktif milik Desa Rawa Makmur.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan program Asta Cita Presiden, yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama untuk menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Bripka Firdaus AR menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif mendampingi setiap program pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Pendampingan kami dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pertanian berjalan lancar, mulai dari penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan hasil tani dapat meningkat kualitas dan kuantitasnya, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, pengelolaan hasil panen secara terpusat melalui BUMDes dinilai menjadi langkah strategis. Proses pengeringan yang dilakukan secara optimal mampu menjaga kadar air dan mutu jagung, sehingga nilai jualnya di pasaran menjadi lebih tinggi dan stabil.
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat keamanan dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah, sekaligus berkontribusi pada target swasembada pangan nasional. Selama kegiatan berlangsung, situasi lingkungan terpantau aman, lancar, dan kondusif.
Penulis: Riski
Editor: Paber Siahaan



